Mencari versi terbaru dan terbaik dari diriku



Manusia adalah letaknya salah dan khilaf. Namun, bukan berarti setelah berbuat salah maka akan terus melakukan kesalahan. Setiap manusia mempunyai sisi positif dan negatif, setiap manusia mempunyai masa lalu dan masa depan, dan setiap manusia punya versi lama dan versi terbarunya masing-masing.

Namun, terkadang ada hal yang tak sesuai dengan apa yang kita lakukan di mata orang lain. Meskipun itu baik ataupun buruk apalagi jika kita terlihat berubah dari saat pertama kali mereka mengenal kita. Akan ada saja yang berkomentar entah itu buruk ataupun baik.

Saya pernah membaca sebuah kisah yang berjudul “Kalamunnas” yang artinya dalam bahasa indonesia adalah perkataan manusia. Inti dari kisah tersebut adalah perkataan manusia itu tidak akan ada habisnya ketika kau melakukan keburukan pun jika ketika kau melakukan kebaikan.

Suatu ketika jika kau punya teman yang dulunya dia tidak sebaik sekarang ini, maka jangan katakan atau mengungkit keburukannya di masa lalu. Karena, itu akan menyakiti hatinya dan parahnya mungkin dia akan merasa bahwasannya percuma saja dia menemukan versi terbaru dan terbaik dari dirinya tak ada yang mengapresiasinya hingga akhirnya dia kembali pada versi lamanya. Bayangkan, resiko apa yang terjadi hanya karena engkau salah dalam berucap?? jika hatinya kokoh mungkin sesuatu seperti di atas tidak akan terjadi namun jika hatinya terlalu rapuh maka siapkah engkau menanggung dosa ketika ia melakukan kesalahan yang sama di masa lalu??

Allahu a’lam

Antara versi lama dan terbaru selalu saja menimbulkan kontroversi, ada yang suka dan ada pula yang tak suka. Seperti halnya ketika aplikasi dengan pengguna terbanyak di-update akan ada yang suka dengan fitur barunya dan ada pula yang tak suka karena fitur lamanya dihilangkan. Dari sini kita belajar bahwasannya tak semua orang suka dengan perubahan dan tak semua orang suka dengan sesuatu yang terlihat lebih kuno.

Setiap hari manusia dengan semangat yang menggebuh akan menghadirkan sesuatu yang baru dari dalam dirinya, yang akan membuatnya semangat dalam menjalani hidup, semangat menjadikan dirinya jauh lebih baik dari kemarin pun agar semakin dekat dengan penciptanya. Maka, jangan pernah kita merusak semangat orang-orang yang senantiasa ingin menjadikan dirinya lebih baik dan lebih baik lagi. Tugas kita bukan untuk merusaknya melainkan ada untuk memberi dukungan dan menggandeng erat tangan mereka agar senantiasa bersama dalam memperbaiki diri. Surga tidak dihuni oleh satu orang maka alangkah indahnya jika kita bersama-sama menapaki jalan menuju ke sana.

“jika suatu saat nanti kau temukan aku dengan sesuatu yang berbeda maka percayalah bahwa aku tetaplah aku. Hanya saja, aku sedang mencari versi terbaru dan terbaik dari diriku dan mungkin itu akan melalui proses yang tak sepenuhnya sesuai dengan apa yang tampak di matamu.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Mengajarkan Ilmu Allah Membuat Ilmu Menjadi Berkurang???"

Aku Membenci Kegagalan, Kecurangan dan Penolakan (ungkapan kekesalan)

"Nikmat-Mu"